Karismanya Menggetarkan ,Kepribadiannya Meneduhkan, ialah Umar Ibn Khattab Sang Singa Padan Pasir
Dialah Umar ibn Khattab, sahabat Rasulullah yang paling cemerlang, sang inspirator umat Islam. Ia adalah benteng agama Islam yang paling kokoh sekaligus pilarnya yang paling kuat. ia seakan telah ditakdirkan oleh Allah untuk menjadi panji agama Tauhid, penyebar keagungan dan kebenaran misi Muhammad hingga ke negeri-negeri yang jauh, hingga ke pelosok wilayah yang sebelumnya tak pernah tersentuh, sekaligus panglima besar yang menata sejarah besar. Dialah yang memimpin pasukan Islam untuk meruntuhkan imperium agung Persia dan mengguncang imperium adiluhung Bizantium.
Dalam tempo tak lebih dari dari sepuluh tahun, wilayah penaklukan Umar membentang luas dari Afrika Utara,Mesir, Nubia, Mediterania Timur (Syam),Anatolia, hingga Persia. Karena itulah sosoknya selalu disetarakan dengan Alexander agung Kaisar Macedonia, dan Cyrus agung Kisra Persia,dua emperor besar dunia pada zamannya, yang kebesaran serta kekuasaanya menggeletar dan melintang di seantero jagat.
Namun, hati dan akhlak Al-Faruq jauh lebih besar daripada nama besarnya. Jauh lebih luas daripada wilayah kekuasaan dan taklukannya. Jauh lebih mulia daripada kemuliaan yang disandangkan kepadanya. Dialah pemimpin teladan. Umar adalah seorang kaisar agung, tetapi kehidupan sehari-harinya lebih sederhana dari pada seorang sahaya. Makannya roti juwawut atau kurma. Minumnya hanya air putih. Ranjang tidurnya alas tikar yang sudah lusuh. Pakaiannya penuh jahitan karena banyak robek.
Karisma Sang Singa Padang Pasir menggetarkan, tapi kepribadiannya meneduhkan. Keridaanya adalah kemuliaan. Amarahnya menjelma hikmah. Ia muak dengan kesewenang-wenangan. Ia menangis saat melihat orang kecil tertindas oleh ketidakadilan. Salah seorang petugas ronda di masanya pernah memberikan kesaksian: ” Saat tengah malam aku menyusuri kota Madinah, kudapati Amirul Mukminin Umar ibn Khattab tengah membungkuk sambil terisak-isak di tepi tangga sebuah masjid. Kuperhatikan sejenak. Rupanya ia tengah mengisi kantong para pengemis yang tergelitak tidur di tangga masjid itu, dengan dirham,gandum,minyak, dan kurma diiringi dengan doa dan bulir air mata. Setelah semua kantong terisi, Ia lalu ikut tidur bersama para pengemis itu.” Allahuakbar!
“Dialah Amirul Mukminin sejati. Dialah pusaka agama Islam sepanjang zaman.” Begitulah kata pepatah tentangnya. Allah melekatkan kebenaran di lisan dan hatinya. Kehadirannya memancarkan keteduhan bagi kaum fakir, kegentaran bagi kaum kafir.
Dan tepat di hari Kemerdekaan Republik Indonesia, di umur yang ke 67 tahun, semakin membuat kerinduan rakyat akan sosok sentral seperti Umar ibn Khattab r.a. , yang dahulu sempat muncul sosok serupa, Bapak Kemerdekaan Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Seluruh rakyat Indonesia selalu berharap dan berdoa, agar kelak negeri ini dipimpin kembali oleh sosok serupa dari keduanya, sosok negarawan yang santun pada rakyat, namun berani dan tegas terhadap lawan-lawannya. Dan tugas kita sebagai pemuda adalah mempersiapkan diri kita akan masa itu, masa dimana kejayaan akan kita raih kembali.Karena janji Allah pasti akan tiba. Bangkit Negeriku,Harapan itu masih ada! Allahuakbar !Allahuakbar ! Allahuakbar! Merdeka!